Obsession (2026): Hati-hati dengan Apa yang Kamu Minta
Pernah kepikiran nggak, gimana kalau satu keinginan terbesarmu beneran dikabulkan, tapi ending-nya malah bikin menyesal seumur hidup? Kira-kira itulah inti dari Obsession (2026), salah satu film psychological horror yang belakangan ini lagi ramai banget diomongin.

Sebagai hasil kolaborasi Focus Features dan Blumhouse, film berdurasi 1 jam 48 menit ini ditulis sekaligus disutradarai oleh Curry Barker. Ia sukses meracik elemen horor supernatural dengan drama psikologis yang entah kenapa terasa sangat personal.
Fokus ceritanya ada pada Bear (Michael Johnston), cowok yang diam-diam memendam perasaan pada sahabat masa kecilnya, Nikki (Inde Navarrette). Dinamika cerita juga didukung oleh karakter-karakter pendukung seperti Ian (Cooper Tomlinson), Sarah (Megan Lawless), dan Carter (Andy Richter) yang porsinya pas dan tidak berlebihan.
Akting Bintang Utama yang Bikin Merinding
Bagi saya, daya tarik terkuat film ini ada pada Inde Navarrette. Aktingnya sebagai Nikki benar-benar memikat sekaligus bikin kita terus bertanya-tanya. Ia mampu mengubah karakternya dari sosok yang hangat menjadi sosok yang mengganggu hanya lewat perubahan tatapan, senyum tipis, dan bahasa tubuh. Ditambah lagi, chemistry-nya dengan Michael Johnston sukses bikin suasana tiap adegannya terasa sangat tidak nyaman—tentunya dalam artian pujian untuk sebuah film horor!

Slow Burn yang Bikin Penasaran
Namun, Obsession bukan sekadar menjual rasa takut. Di balik adegannya yang bikin jantungan, film ini diam-diam melempar pertanyaan menarik: seberapa jauh seseorang berani melangkah demi mendapatkan apa yang paling ia inginkan?
Film ini bertipe slow burn. Daripada buru-buru menyuapi penonton dengan jawaban, kita justru diajak menikmati petunjuk-petunjuk kecil yang perlahan membangun ketegangan sampai alurnya sulit ditebak.
Secara visual, setting-nya lumayan sederhana tapi sangat efektif membangun atmosfer mencekam. Scoring atau musik pengiringnya terbilang minim, tapi justru kesunyian itulah yang bikin rasa “ada kejutan apa lagi nih” terus menempel selama menonton. Pesan film ini pun disampaikan dengan halus dan tidak menggurui, sehingga setiap penonton pasti punya interpretasi yang beda-beda setelah credit title muncul.
Kalau kamu suka film thriller ghore yang enak buat didiskusikan setelahnya, Obsession (2026) adalah tontonan yang wajib masuk daftar wajibmu (Estri Cinta).
Rating: ★★★★☆ (4/5)
Estri Cinta adalah seorang guru special education yang aktif mengajar di salah satu sekolah internasional di Jakarta. Ia juga merupakan seorang travel and movie enthusiast.



Post Comment