Orang Tua Harus Bercermin
Tidak ada orang tua yang tidak ingin anaknya sukses. Makna sukses di sini sangat sederhana, yakni sebuah pencapaian yang membanggakan. Ada orang tua yang bangga anaknya menjadi Satpam, tentara, polisi, pegawai bank, guru, dosen, dokter, rohaniwan, atlet, pebisnis, pejabat, dan sebagainya.
Orang tua yang berhasil menemani buah hati menjadi orang sukses, pasti ada pengorbanan yang diberikan. Serena dan Venus Williams, kariernya moncer, sejak kecil mereka ditemani bahkan dilatih langsung orang tuanya. Wolfgang Amadeus Mozart, yang dianggap komposer musik paling jenius, juga dididik ketat oleh ayahnya, Leopold Mozart, seorang komponis, guru musik ternama di Jerman.
Bagaimana dengan Raeni yang berhasil meraih gelar Doktor di University of Birmingham, Inggris? Padahal, Mugiyono, ayahnya, hanya seorang tukang becak? Saya yakin, dalam keterbatasannya, orang tua Raeni, pasti memiliki andil besar bagi kesuksesan anaknya. Yang paling mencolok, karakternya. Raeni yang rendah hati. Yang tak malu diantar becak ayahnya saat wisuda S1. Raeni yang pekerja keras. Raeni yang jujur. Ini pasti hasil didikan keluarga.
Orang tua dari anak-anak yang sukses pasti adalah orang tua yang tirakat. Tirakat mengorbankan waktu untuk menemani sang buah hati belajar daripada sibuk bermain HP. Berpuasa tidak merokok, tidak konsumtif atau mengeluarkan uang demi gengsi sementara SPP anak belum terlunasi.

Jika anak-anak mentalnya lemah, semangatnya rendah, sibuk scroll Tiktok daripada membaca, seorang pendidik kelas dunia dari Jepang Shinichi Suzuki (Gramedia, 1990:25), mengingatkan orang tua, agar selalu bertanya pada diri sendiri: Apakah mereka telah memberi contoh yang baik bagi putra-putrinya? “Orang tua harus selalu bercemin,” ujarnya.
Kurangnya bahkan tiadanya teladan orang tua, merupakan fenomena umum yang banyak dikeluhkan. Bahkan kekacauan kehidupan berbangsa dan bernegara negeri ini, juga karena terlalu lama kita kehilangan role model para pemimpin, orang-orang tua yang perilaku, sikap dan tindakannya seharusnya menjadi panutan bagi rakyatnya. (Basuki)
Basuki, pensiunan guru, penulis, dan trainer di bidang pendidikan. Kini menetap di Gilimanuk, Bali.



Post Comment